18 Oct, 2009
Thrombophop Salep Ketika si Bayi Memar
Posted by: admin In: Babies History| Babies Tolls

salep buat memar aman untuk bayi
Kisah dibalik penggunaan salep
Senin lalu, tepatnya tanggal 13 Oktober 2009 terjadilah sebuah peristiwa yang sudah diprediksi oleh eyang-eyangnya Azmi lama sebelumnya. Hal ini melihat dari posisi kasur yang menyatu dengan ranjang mengakibatkan jarak dari ranjang ke ubin cukup jauh terutama bagi si kecil Azmi. Kejadian apa gerangan yang bisa diprediksi oleh eyang-eyangnya itu, apakah mereka mempunyai ilmu metafisika alias menerawang alias paranormal yang bisa melihat kejadian jauh ke depan. Hehehehe tentu saja tidak, karena mereka memprediksi berdasarkan pengalaman terdahulu dengan dua orang anak.
Azmi yang sudah aktif merangkak dengan gesit sekali sudah barang tentu belum paham akan keselamatan dirinya maka tak heranlah ketika Umi yang secara tidak sengaja meninggalkan Azmi hanya untuk mengambil air minum yang diperkirakan hanya membutuhkan waktu sepersekian detik ternyata mengakibatkan kejadian ini. Padahal sebelumnya Umi sudah memberikan pengalih perhatian yang sangat disukai oleh Azmi yaitu video dirinya yang terekam pada handphone Umi, selama ini merupakan pengalih perhatian nomer wahid agar dia sedikit lupa akan keadaan sekitarnya. Apalagi posisi Azmi berada di pojokkan ranjang sana.
Tapi apalah mau dikata ternyata Azmi lebih senang mengejar Umi yang lengah tak melihat pengejaran yang dilakukan Azmi. Karena tidak mengerti bahwa ranjang dengan ubin cukup tinggi…akhirnya Azmi terjun juga dari ranjang dan dipastikan tentu saja ia menangis meraung-raung.
Umi dikejauhan pertama mendengar suara gedebuk cukup kencang dari arah kamar dan lalu suara tangisan pun menyertainya…, yah cukup shock juga ketika lihat Azmi sudah terkapar mencium ubin yang dingin itu. Dengan segera Azmi dipeluk Umi dan berharap tangisnya kan segera reda, tapi ternyata kejadian itu masih membuatnya shock maka masih menangislah dia hingga tersedu sedan…hingga air mata itu hanya bisa diredakan dengan air susu ibu dan berkunjung ke dunia mimpi.
Ketika Azmi sudah mulai bermimpi, saatnya Umi memeriksa keadaannya dan setelah mengecek semua kondisi tubuhnya dari kepala, tangan, perut dan juga kaki ada satu spot yang menambah aksesori tubuh mungil ini dan berada di ujung kiri jidatnya Azmi. Spot itu menonjol keluar dan berwarna biru…waaah JIDAT AZMI BENJOL.
Keesokannya bersamaan dengan saat bersilaturahmi dengan bidan-bidan di rumah sakit yang berada di tengah-tengah jajaran factory outlet di Bandung karena sudah saatnya Azmi di imunisasi juga maka sekaligus saya meminta saran atas benjolnya Azmi. Diberikanlah salep bernama THROMBOPHOB, gel untuk mengatasi memar, nyeri otot dan benjolnya Azmi tentunya namun bidan memberi wejangan bahwa salep ini bukan untuk luka terbuka alias luka yang mengeluarkan darah. Di salep tertulis harganya rp. 55.000 namun Umi ditagih oleh si bidan sebesar rp. 48.000 jadi diskon rp. 7.000 yah. Dibilang lumayan diskon ya gak juga, wong imunisasi sama si salep mahalan salebnya…
Tapi Alhamdulillah hanya dalam hitungan dua hari si memar mulai mereda, walaupun mahal si salep ini cukup manjur ternyata. Yah jadilah thrombophop menjadi koleksi salep yang kudu wajib ada deh.
Sebenarnya memar masih bisa diaatasi terlebih dahulu dengan minyak telon ataupun minyak kayu putih dan juga minyak tawon serta minyak sayur pun juga bisa, tapi hati -hati dengan kadar panas yang ditimbulkan pada minyak-minyakkan itu kecuali minyak telon yang memang untuk bayi.
Oh ya salep ini bukan hanya untuk bayi saja loh namun bisa dipakai untuk seluruh keluarga, jadi gak mubazir kan. Tapi tetap liat cara penggunaan yaitu salep ini hanya boleh dipergunakan pada luka memar yang tidak mengeluarkan darah atau goresan dimana kulit terbuka.
Mudah-mudahan info ini cukup berguna yah…



